CILACAP – Pernahkah Anda merasa semangat beribadah tiba-tiba meredup? Rasanya berat untuk melangkahkan kaki ke masjid, malas untuk bersedekah, atau sekadar membaca satu ayat Al-Qur’an pun terasa sulit. Fenomena “bosan beribadah” ini ternyata menjadi perhatian serius Ust. Liza Nurhidayat dalam tausiyah terbarunya.
Menurut Ust. Liza, perasaan naik-turunnya semangat atau iman adalah hal yang manusiawi. Beliau menjelaskan bahwa para ulama pun mengakui bahwa iman bersifat dinamis—bisa bertambah karena ketaatan dan bisa berkurang akibat kemaksiatan. Jadi, jika sesekali merasa kurang bersemangat, jangan langsung merasa gagal sebagai hamba, karena itu adalah batas kewajaran seorang manusia.
Kunci Istikamah dalam Hal-Hal Kecil Strategi terbaik saat iman sedang di puncak adalah dengan “mengikatnya” melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten (istikamah). Ust. Liza menyarankan agar kita tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, mulai dari berbuat baik kepada tetangga hingga membiasakan diri membaca minimal satu ayat Al-Qur’an setiap hari. Langkah-langkah kecil inilah yang akan menjadi benteng pertahanan agar iman tidak merosot tajam.
Waspadai Titik Jenuh yang Berbahaya Meskipun fluktuasi iman itu wajar, Ust. Liza memberikan peringatan keras: jangan biarkan iman terus menurun tanpa usaha untuk bangkit. Kondisi yang paling berbahaya adalah ketika seseorang mulai merasa bahwa ibadah tidak lagi penting dalam hidupnya. Beliau memuji mereka yang mampu menyadari penurunan imannya, lalu berjuang kembali untuk mencari semangat baru dalam beribadah. Itulah tanda perjuangan spiritual yang luar biasa.
Menjadi Mukmin yang Hatinya “Hidup” Mengacu pada Surah Al-Anfal ayat 2, Ust. Liza menjabarkan bahwa ciri orang beriman sejati adalah mereka yang hatinya bergetar saat asma Allah disebut. Iman mereka bertambah subur ketika mendengar penjelasan tentang kebesaran Allah, dan mereka senantiasa menggantungkan segala urusannya hanya kepada-Nya (tawakal).
Sebagai penutup, beliau mengajak kita semua untuk terus memelihara konsistensi dalam kebaikan. Harapannya sederhana namun mendalam: agar kita tidak hanya menjadi hamba yang taat saat merasa senang, tapi tetap setia di jalan-Nya hingga akhir hayat, demi meraih impian menjadi ahli surga.
Video Sumber: Kalau Hati Mulai Bosan Beribadah | Ust. Liza Nurhidayat
